Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

112 Cara Konsentrasi Shiva I, Bagian 5 dari 7

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Sekarang, nomor delapan. Misalkan kalian punya waktu luang sejenak yang terlalu singkat untuk melakukan meditasi Cahaya (batin Surgawi), maka kalian dapat “memusatkan perhatian di antara kedua alis.” Seperti yang kalian tahu, kalian tahu di mana letaknya, mungkin pusat kebijaksanaan, dan biarkan pikiran kalian memusatkan perhatian pada ruang kosong sebelum setiap pikiran muncul. Kalian tahu di mana letaknya. Sebelum semua pemikiran dimulai, sebelum semua keinginan muncul, fokuslah pada hal itu. Mungkin, dalam istilah Buddhis, kita menyebutnya “kekosongan”, “ruang kosong”, atau kita menyebutnya “tempat tanpa pikiran”, hal-hal seperti itu, atau “gerbang tanpa gerbang”. Kemudian apa pun bentuk yang muncul di pikiran kalian saat itu, atau mungkin bentuk kalian sendiri, biarkan itu dipenuhi dengan kekuatan hidup universal. Bayangkan, mungkin. “Kemudian, kalian “mandi” dalam Cahaya (batin Surgawi) ini, di dalam esensi Alam Semesta ini. Seperti kalian sedang mandi, tetapi bukan mandi air, melainkan bermandikan Cahaya (batin Surgawi) universal, berkah universal, dan pencerahan.

Jadi dalam setiap keadaan, kita bisa selalu mencoba mencerahkan diri kita sendiri dengan memanfaatkan keadaan itu, dengan memanfaatkan kesibukan yang kita alami saat itu, dan berada di masa kini, di waktu sekarang. Itulah situasi terbaik. Jadi, dalam semua aktivitas duniawi, kita bisa selalu berlatih. Tidak perlu mengatakan “Aku tidak punya waktu; … Aku tidak bisa menyilangkan kaki,” dan hal-hal semacam itu. Kalian bisa melakukannya kapan pun kalian bisa. Dan kapan pun kalian tidak bisa, lakukanlah sambil bekerja. Ubah pekerjaan kalian menjadi meditasi. Fokuslah pada kekuatan di balik segala pekerjaan, di balik segala kesibukan, di balik segala aktivitas, maka kalian akan selalu menemukan sesuatu untuk dijadikan objek meditasi. Dan selalu ada banyak waktu. Karena kita bisa memanfaatkan waktu di dalam setiap situasi untuk berkonsentrasi. Sudah mengerti sekarang? (Ya.)

Sekarang, nomor sembilan. “Kamu bisa membayangkan lima indramu sebagai lima warna ekor burung merak lalu sebarkanlah mereka ke seluruh ruang,” kalian sebarkan ekor burung merak lima warna itu ke seluruh alam semesta. Isilah mereka dengan warna. Isilah alam semesta dengan warna. Namun, warna-warna ini seharusnya adalah lima indra kalian. Mungkin, penciuman, pengecap, sentuhan, indra-indra ini... Sekarang, karena warna ekor burung merak sangat berwarna-warni dan sangat indah, maka biarkan warna-warna dan keindahan ini melebur di dalam diri kalian. Dan setiap kali kalian merasakan ada batasan, sebarkanlah, hingga tidak ada lagi batasan yang tersisa. “Dalam hal ini, kalian meleburkan semua batasan dalam pikiran kalian, dan dengan begitu, apa pun hal baik yang kalian harapkan untuk orang lain akan terwujud.” Itulah cara kalian mengubah kekuatan kalian menjadi berguna tanpa batas. Itulah cara kalian dapat memberikan manfaat kepada para makhluk yang tak terhitung jumlahnya, dan menjadi... semacam penolong bagi semua orang di sekitar kalian, atau siapa pun yang berinteraksi dengan kalian, atau yang kalian doakan. Oke. Di mana kita sekarang? Sudah nomor sembilan, kan? Ketika saya berbicara secara spontan, itu lebih mudah. Tetapi ketika saya harus berkonsentrasi pada makna kebijaksanaan kuno, dan saya tidak ingin membuat kesalahan, itu lebih bersifat intelektual, dan sangat sulit. Intelektual; Penggunaan bahasa yang bersifat intelektual sangatlah sulit.

Nomor sepuluh: “Kamu juga bisa menutup mata, dan mencoba melihat diri sejatimu, dengan segala detailnya.” Dan dengan demikian, saat kalian berkonsentrasi pada diri sejati kalian, “maka kamu akan melihat Kodrat Sejati-mu.” Cobalah untuk memahaminya jika kalian bisa. Metode apa pun yang tidak bisa kalian gunakan, tinggalkan saja.

Dan nomor sebelas: “Tujukan seluruh perhatianmu pada saraf-sarafmu, dan kamu harus tahu bahwa saraf-saraf itu sangat halus, seperti benang teratai di dalam teratai itu sendiri. Dan dengan demikian, kamu akan mentransformasi keberadaan fisikmu.” Yang Dia maksud adalah, jika begitu sulit mengendalikan pikiran, maka cobalah membuatnya berkonsentrasi pada pola yang begitu halus, seperti saraf-saraf dalam tubuh kita. Karena kalian belum pernah melihatnya sebelumnya, jadi sangat sulit bagi pikiran untuk membayangkan semua saraf ini, dan itu bagus untuknya; itu bermanfaat baginya. Sehingga dia tidak akan punya waktu untuk berkelana dan melakukan hal lain. Misalkan, mungkin... Bagi banyak orang, hal yang rumit seperti itu cocok bagi mereka. Karena tidak semua makhluk sama; tidak semua orang sama. Jadi jika setiap orang mencoba berkonsentrasi, dia mungkin akan memakai jenis konsentrasi yang berbeda, situasi yang berbeda.

Di Himalaya, mungkin kalian tidak memerlukan semua kerumitan ini. Kalian hanya melihat salju, lalu kalian membeku. Kalian membeku dalam waktu dan ruang. Dan pikiran tidak bisa melayang ke mana pun, karena setelah beberapa saat, ia terbiasa dengan kekosongan, putihnya salju dan kekosongan di gunung. Tidak ada apa-apa di sana yang bisa ia khayalkan Setelah beberapa waktu, mungkin, semua keinginan, semua pola kebiasaan yang tersimpan di dalam pikiran akan habis, kosong. Kemudian dia tidak mengisinya kembali dengan koran, atau televisi, atau film-film buruk. Maka pikiran itu setidaknya tetap setengah kosong. Itulah sebabnya banyak Guru yang lebih memilih Himalaya atau gurun.

Saya sendiri juga pernah tinggal di gurun. Itu indah, untuk beberapa waktu, mungkin dua minggu. Sampai suatu hari, cuacanya sangat dingin, dan saya hampir pingsan. Lalu saya harus melarikan diri kembali ke rumah, ke kota, bukan kota, tapi tempat lain. Itu sebuah rumah. Karena di gurun, tempat saya tinggal tidak ada rumah, tidak ada air, tidak ada listrik. Ada air, tapi kita harus pergi mengambilnya. Sangat jauh, sekitar dua kilometer atau lebih. Bukan langsung dari keran seperti itu. Dan tidak ada apa-apa di gurun itu, hanya semak-semak kering di sana-sini, dan (insan-)tikus. Dan, oh ya, kita punya (insan-)kelinci. (Insan-)kelinci gurun itu sangat kecil, kalian tidak bisa membayangkan. Kalian pasti mengira itu tikus! Ya, sangat kecil, tapi terlihat seperti (insan-)kelinci. Sama seperti saya, saya terlihat kecil tapi saya... Saya manusia. Mungkin tidak banyak makanan di gurun, jadi para (insan-)kelinci itu menjadi semakin kecil, semakin kecil, dan semakin kecil.

Jadi, sekarang mari kita lihat, apa lagi. Nomor dua belas: “Menutup tujuh lubang di kepala dengan tanganmu, kemudian ruang di antara matamu akan menjadi menyeluruh.” Kalian sudah tahu artinya, kan? Semua ini bermuara pada pusat kebijaksanaan. Cara berbeda untuk membicarakannya. Misalnya, saya membicarakan banyak hal, tapi pada akhirnya selalu bermuara pada Metode Quan Yin. Saya memberikan ceramah yang berbeda-beda, berbagai “hidangan” yang menarik, tapi pada akhirnya, saya hanya memberikan satu hal pada mereka – Metode Quan Yin dan Cahaya (batin Surgawi).

Sekarang, nomor tiga belas. Ini untuk orang-orang yang mungkin tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, jadi menggunakan berbagai macam alat bantu. Seperti kadang-kadang orang-orang menulis kepada saya dan mengatakan bahwa sangat sulit bagi mereka untuk berkonsentrasi pada Cahaya (batin Surgawi). Jadi saya berkata, “Baiklah, garuk sedikit Mata Kebijaksanaanmu, atau sentuh saja dengan kuku jari, atau jarum jika kamu bisa menahannya, tetapi jangan sampai berdarah. Jangan sampai berdarah dari sini, cukup sentuh saja agar kamu ingat.” Itu salah satu metodenya. Atau kadang-kadang, seseorang... Syiwa tidak menyebutkannya di sini, tapi saya punya banyak metode lain selain ini. Misalnya, saat saya berkeliling di ruang meditasi, dan melihat beberapa orang duduk di sana dalam “semadi” yang dalam, dengan kepala yang terus-menerus berputar ke sana-sini, lalu saya hanya menepuk cakra mahkota mereka, lalu, dia kembali berkonsentrasi. Tapi metode itu tidak ditulis oleh Syiwa di sini. Akan saya beri tahu, akan saya beri tahu. Dia harus lebih modern dari itu. Karena di masa lalu, mungkin orang-orang tidak tidur sebanyak di zaman sekarang. Dan di zaman sekarang, orang-orang memiliki AC dan sistem pemanas, jadi sangat nyaman. Jadi orang-orang cenderung terlalu nyaman, jadi kita harus memakai lebih banyak metode.

Jadi, nomor tiga belas, Dia berkata, “Jika kamu tidak bisa berkonsentrasi,” mungkin saat bermeditasi, “maka kamu bisa menyentuh bola matamu dengan lembut, lembut, selembut bulu. Dan mungkin saat itu kamu akan melihat Cahaya (batin Surgawi) yang ada di dalam.” Ya, saya rasa begitu. Menurut saya sebaiknya kalian menggosok mata kalian saja, karena kalian selalu tertidur. Jika kalian menyentuh selembut bulu, saya pikir kalian bahkan tak bisa bergerak. Kalian gosok dengan sarung tangan dan berbagai hal. Yang Dia katakan itu untuk orang-orang zaman dahulu. Tapi bagaimanapun, kalian boleh mencoba jika tak bisa berkonsentrasi. Upaya yang kalian gunakan dengan jari-jari untuk menyentuh bola mata, “selembut bulu,” itu pasti adalah konsentrasi. Itu hanya trik untuk mengembalikan pikiran kalian ke fokus. Jadi, itu cukup bagus, ya? (Ya.)

Jadi ketika pikiran kalian sudah kacau balau, berpikir bolak-balik dari Jerman ke Amerika, lalu kembali ke kamar mandi, dan kembali ke ruang makan lagi, dan jika kalian bisa cukup berkonsentrasi untuk meletakkan tangan kalian “selembut bulu,” dengan tangan kasar seperti kalian untuk meletakkannya di sana, maka setidaknya kalian kembali lagi ke urusan meditasi. Jadi, menurut saya Guru ini sangat cerdas; Syiwa sangat cerdas. Dia menghancurkan segala macam kebiasaan buruk dan negativitas di dalam diri kita, memakai segala macam metode.

Photo Caption: “Berjaga-jaga untuk Keselamatanmu”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (5/7)
1
Antara Guru dan Murid
2026-05-12
3113 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-05-13
3021 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-05-14
2584 Tampilan
4
Antara Guru dan Murid
2026-05-15
2432 Tampilan
5
Antara Guru dan Murid
2026-05-16
1869 Tampilan
6
Antara Guru dan Murid
2026-05-17
1416 Tampilan
7
Antara Guru dan Murid
2026-05-18
1239 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-05-21
7392 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-05-21
78 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-05-21
143 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-05-20
749 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-05-20
876 Tampilan
36:02
Berita Patut Disimak
2026-05-19
290 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh