Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam Berita Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai dari Amerika Serikat…Pada 24 Januari 2026, anggota Asosiasi kami di California Utara bergabung dengan puluhan ribu pendukung pro-kehidupan untuk acara tahunan ke-22 Walk for Life West Coast di San Francisco. Mahasiswa, keluarga, tokoh agama, dan para pendukung dari segala usia berkumpul untuk membela kehidupan sejak saat-saat paling awal. Selama prosesi damai tersebut, para peserta membawa spanduk bertuliskan “Hidup adalah hak asasi manusia” dan “Aborsi menyakiti perempuan”, sambil menyanyikan himne dan memanjatkan doa saat mereka berjalan.“Salam Maria, penuh Rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.”Selamatkan bayi-bayi.Selain itu, anggota Asosiasi kami menyelenggarakan stan Supreme Master Television di Info Faire, menawarkan tas hadiah berisi berbagai materi seperti kartu Supreme Master TV Max, buku resep vegan, dan buku Maha Guru Ching Hai berjudul “Kasih Adalah Satu-satunya Solusi”. Video yg menyoroti dampak negatif dari disinformasi pro-aborsi juga diputar untuk para pengunjung. Banyak pengunjung berbicara tentang alasan mereka berunjuk rasa untuk bayi yang belum lahir.Sangatlah penting untuk membela kesucian kehidupan manusia. Dan juga penting untuk membela mereka yang tidak bisa membela diri sendiri, terutama menjadi suara bagi yang tidak bersuara. Bayi dalam kandungan tak bisa berbicara, mereka tidak bisa bicara, dan saya pikir mereka ingin hidup.Ini jelas-jelas seorang manusia, bukan sekumpulan sel. Ada DNA unik pada saat pembuahan antara sel telur dan sperma, dan DNA tersebut harus dilindungi. Bayi memiliki hak atas tubuhnya sendiri. Seorang ibu memiliki hak atas tubuhnya, tetapi bayi adalah tubuh yang terpisah, jadi tidak ada persaingan dan keduanya harus memiliki hak yang sama.Ibu saya hamil di usia sangat muda saat mengandung saya. Dia baru berusia 15 tahun, dan dia adalah seorang ibu tunggal, jadi dia mendapat banyak tekanan untuk melakukan aborsi. Jadi, alasan mengapa saya terlibat dalam gerakan Pro-Kehidupan saat ini adalah untuk menghormatinya, untuk menghormati keberaniannya, dan keputusan yang memberi saya kehidupan. Kehidupan adalah hak paling penting. Tanpa kehidupan, hak-hak lainnya tidak ada artinya. Itu adalah hak yang paling mendasar.Saya hamil saat berusia 15 tahun dan mengandung anak perempuan saya. Oleh karena itu, saya senang membantu perempuan muda yang takut dan tidak menyadari betapa indahnya kehidupan mereka nantinya, karena hamil di usia 15 tahun dan memiliki anak perempuan di usia 16 tahun adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya.Awal kehidupan adalah saat pembuahan, itu adalah permulaan kehidupan dan juga karunia terbesar yang telah Tuhan berikan kepada kita.Pada tahun 2021, saya menjadi Kristen, dan seketika itu juga, saya tahu di dalam hati bahwa membunuh nyawa yang tak bersalah adalah salah. Saya menyadari bahwa setiap manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Tuhan — bahwa hidup mereka berharga, suci, dan hal terakhir yang pantas mereka dapatkan, atau hal terakhir yang kita punya wewenang untuk lakukan adalah membunuh mereka bahkan sebelum mereka sempat dilahirkan. Saudara-saudari kita dibunuh di ruang praktik dokter, dan tidak seorang pun berbuat apa-apa tentang itu. Kita menjalani hari demi hari, dan kita mengabaikan fakta bahwa jutaan nyawa dibantai setiap tahun.Begitu bayi itu terbentuk di dalam rahim pada tahap paling awal, itu adalah sebuah kehidupan. Jadi, saya pikir sangat penting bagi lembaga legislatif untuk juga mendukung kehidupan itu, untuk mendukungnya di tingkat federal dan menjadikan aborsi ilegal.Saya hanya berharap semua orang membela kehidupan. Pemerintah dan semua orang, karena kita bukanlah pihak yang berhak menentukan kapan hidup berakhir. Hanya Tuhan. Dialah yang menentukan kapan hidup berakhir karena Dialah yang memberi kita kehidupan. Jadi, hidup kita bukanlah milik manusia; hidup kita milik Tuhan.Secara psikologis dan emosional, seorang wanita menjalin ikatan dengan anaknya sendiri sejak awal, ketika dia merasakan gerakan anak tersebut, ketika hormon dan sistem endokrin mulai bekerja untuk mendukung kehidupan anak itu, dia sudah terikat dengan anak itu. Jadi, seorang ibu tidak akan pernah bisa melupakan aborsi. Dia mungkin berpikir begitu, tetapi pasti sangat menyakitkan bagi seorang ibu ketika anaknya sendiri terbunuh di dalam tubuhnya sendiri.Kita masing-masing unik, setiap makhluk dari saat pembuahan, hingga ke DNA kita, hingga ke sifat-sifat kita. Dan kita semua berhak mendapatkan kesempatan untuk berada di sini. Dan kamu tidak akan pernah menyesal memilih kehidupan.Dengan apresiasi kepada petugas kepolisian setempat atas pelayanan baik mereka, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia acara dan semua yang berkumpul dengan cinta untuk membela yang tidak bersalah. Dengan Rahmat Ilahi Tritunggal Mahakudus, kita menantikan hari ketika setiap janin dilindungi oleh undang-undang di seluruh dunia dan dihargai di hati manusia sebagai anugerah berharga dari Tuhan.











